ads

Tampilkan postingan dengan label materi belajar matematika kelas XI sma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi belajar matematika kelas XI sma. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

Pembuktian Rumus Kuadratis (Rumus abc)

Rumus Kuadratis (Rumus abc)

http://buguru-matematika.blogspot.com/2013/12/pembuktian-rumus-kuadratis-rumus-abc.html
y = 0.75 (x + 3.333) (x - 6-000)
Rumus kuadratis dikenal pula dengan nama 'rumus abc karena digunakan untuk menghitung akar-akar persamaan kuadrat yang tergantung dari nilai-nilai a, b dan c suatu persamaan kuadrat. Rumus yang dimaksud memiliki bentuk
x_{1,2} = \frac{-b \pm \sqrt{b^2 - 4ac}}{2a}
Rumus ini digunakan untuk mencari akar-akar persamaan kuadrat apabila dinyatakan bahwa
y = 0 \,\!.
Dari rumus tersebut akan diperoleh akar-akar persamaan, sehingga persamaan semula dalam bentuk
y = ax^2 + bx + c \,\!
dapat dituliskan menjadi
y = a (x - x_1) (x - x_2) \,\!.
Dari persamaan terakhir ini dapat pula dituliskan dua hubungan yang telah umum dikenal, yaitu
x_1 + x_2 = -\frac{b}{a} \,\!
dan
x_1 \cdot x_2 = \frac{c}{a} \,\!.
Ilustrasi dapat dilihat pada gambar.

Pembuktian rumus kuadrat

Dari bentuk umum persamaan kuadrat,
ax^2 + bx + c = 0 \,\!
bagi kedua ruas untuk mendapatkan a = 1
x^2 + \frac{b}{a} x + \frac{c}{a}=0,\,\!
Pindahkan \frac{c}{a} ke ruas kanan
x^2 + \frac{b}{a}x = -\frac{c}{a} \,\!
sehingga teknik melengkapkan kuadrat bisa digunakan di ruas kiri.
\left(x + \frac{b}{2a}\right)^2 - \frac{b^2}{4a^2} = -\frac{c}{a} \,\!
Pindahkan -\frac{b^2}{4ac} ke ruas kanan
\left(x + \frac{b}{2a}\right)^2 = \frac{b^2}{4a^2} -\frac{c}{a} \,\!
lalu samakan penyebut di ruas kanan.
\left(x + \frac{b}{2a}\right)^2 = \frac{b^2 - 4ac}{4a^2} \,\!
Kedua ruas diakar (dipangkatkan setengah), sehingga tanda kuadrat di ruas kiri hilang, dan muncul tanda plus-minus di ruas kanan.
x+\frac{b}{2a}=\pm\frac{\sqrt{b^2-4ac\ }}{2a}
Pindahkan -\frac{b}{2a} ke ruas kanan
x=-\frac{b}{2a}\pm\frac{\sqrt{b^2-4ac\ }}{2a}
sehingga didapat rumus kuadrat
x_{1,2}=\frac{-b\pm\sqrt{b^2-4ac\ }}{2a}

Minggu, 28 Oktober 2012

Pertidaksamaan Eksponen Matematika


Bilangan Pokok a > 0 ¹ 1
Tanda Pertidaksamaan tetap/berubah tergantung nilai bilangan pokoknya
a > 1
0 < a < 1
af(x) > ag(x) ® f(x) > g(x)
af(x) < ag(x) ® f(x) < g(x)

(tanda tetap)
af(x) > ag(x) ® f(x) < g(x)
af(x) < ag(x) ® f(x) > g(x)

(tanda berubah)
Catatan: Untuk memudahkan mengingat, bilangan pokok 0 < a < 1 diubah saja menjadi a = 1.
Misal : 1/8 = (1/2)3 = 2-3
Contoh:
  1. (1/2)2x-5 < (1/4)(1/2x+1)
    (1/2)2x-5 < (1/2)2(1/2x+1)

    Tanda berubah (0 < a < 1)

    2x - 5 > x +2
    x > 7
  2. 32x - 4.3x+1 + 27 > 0
    (3x)² - 4.31.3x + 27 > 0
    misal : 3x = p
    p² -12p + 27 > 0
    (p - 9)(p - 3) > 0
    p < 1 atau p > 9
    3x < 31 3x > 3²
    x < 1 atau x > 2

perhitungan nilai dan pertidaksamaan logaritma


Perhitungan Nilai Loritma
Nilai logaritma dengan basis b dapat dihitung dengan rumus dibawah ini.
 \log_b(x) = \frac{\log_e(x)}{\log_e(b)} \qquad \mbox{ atau } \qquad \log_b(x) = \frac{\log_2(x)}{\log_2(b)}
Sedangkan untuk logaritma berbasis e dan berbasis 2, terdapat prosedur-prosedur yang umum, yang hanya menggunakan penjumlahan, pengurangan, pengkalian, dan pembagian.

Pertidaksamaan Logaritma

Bilangan pokok a > 0 ¹ 1
Tanda pertidaksamaan tetap/berubah tergantung nilai bilangan pokoknya
a > 1
0 < a < 1
a log f(x) > b ® f(x) > ab
a log f(x) < b ® f(x) < ab

(tanda tetap)
a log f(x) > b ® f(x) < ab
a log f(x) < b ® f(x) > ab

(tanda berubah)
syarat f(x) > 0

Contoh:
Tentukan batas-batas nilai x yang memenuhi persamaan
  1. ²log(x² - 2x) < 3
    a = 2 (a>1) ® Hilangkan log ® Tanda tetap


    - 2 < x < 0 atau 2 < x < 4

    1. x² - 2x < 2³
      x² - 2x -8 < 0
      (x-4)(x+2) < 0
      -2 < x < 4
    2. syarat : x² - 2 > 0
      x(x-2) > 0
      x < 0 atau x > 2

  2. 1/2log (x² - 3) < 0
    a = 1/2 (0 < a < 1) ® Hilangkan log ® Tanda berubah


    x < - 2 atau x > 2

    1. (x² - 3) > (1/2)0
      x² - 4 > 0
      (x -2)(x + 2) < 0
      x < -2 atau x > 2
    2. syarat : x² - 3 > 0
      (x - Ö3)(x + Ö3) > 0
      x < Ö3 atau x > Ö3

Persamaan logaritma dan manfaatnya


Manfaat Logaritma
Logaritma sering digunakan untuk memecahkan persamaan yang pangkatnya tidak diketahui. Turunannya mudah dicari dan karena itu logaritma sering digunakan sebagai solusi dari integral. Dalam persamaan bn = x, b dapat dicari dengan pengakaran, n dengan logaritma, dan x dengan fungsi eksponensial.

Dalam sains, terdapat banyak besaran yang umumnya diekspresikan dengan logaritma. Sebabnya, dan contoh-contoh yang lebih lengkap, dapat dilihat di skala logaritmik.
  • Negatif dari logaritma berbasis 10 digunakan dalam kimia untuk mengekspresikan konsentrasi ion hidronium (pH). Contohnya, konsentrasi ion hidronium pada air adalah 10−7pada suhu 25 °C, sehingga pH-nya 7.
  • Satuan bel (dengan simbol B) adalah satuan pengukur perbandingan (rasio), seperti perbandingan nilai daya dan tegangan. Kebanyakan digunakan dalam bidangtelekomunikasi, elektronik, dan akustik. Salah satu sebab digunakannya logaritma adalah karena telinga manusia mempersepsikan suara yang terdengar secara logaritmik. Satuan Bel dinamakan untuk mengenang jasa Alexander Graham Bell, seorang penemu di bidang telekomunikasi. Satuan desibel (dB), yang sama dengan 0.1 bel, lebih sering digunakan.
  • Dalam astronomi, magnitudo yang mengukur terangnya bintang menggunakan skala logaritmik, karena mata manusia mempersepsikan terang secara logaritmik.


Persamaan Logaritma

Persamaan logaritma Adalah persamaan yang didalamnya terdapat logaritma dimana numerusataupun bilangan pokoknya berbentuk suatu fungsi dalam x.
Masalah : Menghilangkan logaritma
alog f(x) = alog g(x) ® f(x) = g(x)
alog f(x) = b ® f(x) =ab
f(x)log a = b ® (f(x))b = a
Dengan syarat x yang didapat dari persamaan tersebut harus terdefinisi. (Bilangan pokok > 0 ¹ 1 dan numerus > 0 )
Contoh:
Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut !
  1. xlog 1/100 = -1/8
    x-1/8 = 10-2
    (x -1/8) -8 = (10-2)-8
    x = 10 16
  2. xlog 81 - 2 xlog 27 + xlog 9 + 1/2 xlog 729 = 6
    xlog 34 - 2 xlog33 + xlog² + 1/2 xlog 36 = 6
    4 xlog3 - 6 xlog3 + 2 xlog3 + 3 xlog 3 = 6
    3 xlog 3 = 6
    xlog 3 = 2
    x² = 3 ® x = Ö3 (x>0)
  3. xlog (x+12) - 3 xlog4 + 1 = 0
    xlog(x+12) - xlog 4³ = -1
    xlog ((x+12)/4³) = -1
    (x+12)/4³ = 1/x
    x² + 12x - 64 = 0
    (x + 16)(x - 4) = 0
    x = -16 (TM) ; x = 4
  4. ²log²x - 2 ²logx - 3 = 0

    misal :   ²log x = p

    p² - 2p - 3 = 0
    (p-3)(p+1) = 0

    p1 = 3
    ²log x = 3
    x1 = 2³ = 8

    p2 = -1
    ²log x = -1
    x2 = 2-1 = 1/2

notasi,batasan,sifat logaritma matematika


Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan.
Rumus dasar logaritma:
bc= a ditulis sebagai blog a = c (b disebut basis)
Beberapa orang menuliskan blog a = c sebagai logba = c.


Notasi
  • Di Indonesia, kebanyakan buku pelajaran Matematika menggunakan notasi blog a daripada logba. Buku-buku Matematika berbahasa Inggris menggunakan notasi logba
  • Beberapa orang menulis ln a sebagai ganti elog a, log a sebagai ganti 10log a dan ld a sebagai ganti 2log a.
  • Pada kebanyakan kalkulator, LOG menunjuk kepada logaritma berbasis 10 dan LN menunjuk kepada logaritma berbasis e.
  • Pada beberapa bahasa pemrograman komputer seperti C,C++,Java dan BASIC, LOG menunjuk kepada logaritma berbasis e.
  • Terkadang Log x (huruf besar L) menunjuk kepada 10log x dan log x (huruf kecil L) menunjuk kepada elog x.


BATASAN
Logaritma bilangan b dengan bilangan pokok a sama dengan c yang memangkatkan a sehingga menjadi b.
a log b = c ® ac = b ® mencari pangkat 
Ket : a = bilangan pokok    (a > 0 dan a ¹ 1)
        b = numerus            (b > 0)
        c = hasil logaritma
Dari pengertian logaritma dapat disimpulkan bahwa :
alog a = 1 ; alog 1 = 0 ; alog an = n

SIFAT-SIFAT
1. alog bc = alogb + alogc
2. alog bc = c alog b
3. alog b/c = alog b -alog c ® Hubungan alog b/c = - a log b/c
4. alog b = (clog b)/(clog a) 
® Hubungan alog b = 1 / blog a
5. alog b. blog c = a log c
6. a alog b = b
7. alog b = c ® aplog bp = c 
® Hubungan : aqlog bp = alog bp/q
                                                                       = p/q alog b
Keterangan:
  1. Bila bilangan pokok suatu logaritma tidak diberikan, maka maksudnya logaritma tersebut berbilangan pokok = 10.

    [ 
    log 7 maksudnya 10log 7 ]
  2. lognx adalah cara penulisan untuk (logx)nBedakan dengan log xn = n log x

Contoh:
  1. Tentukan batas nilai agar log (5 + 4x - x²) dapat diselesaikan !
    syarat :numerus > 0
    x² -4x - 5 < 0
    (x-5)(x+1) < 0
    -1 < x < 5
  2. Sederhanakan

       2 3log 1/9 + 4log 2     =      2(-2) + 1/2          =
    3log 2. 2log 5 .52log 3        3log 2.2log 5. 5²log3

     - 3 1/2                       =   -3 1/2    = -7
    3log 31/2                            1/2 
  3. Jika 9log 8 = n   Tentukan nilai dari 4log 3 !

    9log 8 = n
    3²log 2³ = n
    3/2 3log 2 = n
    3log 2 = 2n
                 3

    4log 3 = 2²log 3
             = 1/2 ²log 3
             = 1/2 ( 1/(³log 2) )
             = 1/2 (3 / 2n)
             = 3/4n 
  4. Jika log (a² / b4)      Tentukan nilai dari log ³Ö(b²/a) !
    log (a²/b4)
    log (a/b²)²
    2 log ( a/b²)
    log ( a/b² )
    log ³Ö(b²/a)
    = -24
    = -24
    = -24
    = -12
    = log (b²/a)1/3
    = 1/3 log (b² / a)
    = -1/3 log (a/b²)
    = -1/3 (-12) = 4

Persamaan eksponen Matematika


Persamaan eksponen Adalah persamaan yang didalamnya terdapat pangkat yang berbentuk fungsi dalam x (x sebagai peubah).
[Ket. : Usahakan setiap bilangan pokok ditulis sebagai bilangan berpangkat dengan bilangan dasar 2, 3, 5, 7, dst].

BENTUK-BENTUK
A. af(x) = ag(x) ® f(x) = g(x)

    
® Samakan bilangan pokoknya 
sehingga pangkatnya dapat        disamakan.
contoh :
2 SUKU ® SUKU DI RUAS KANAN, 1 SUKU DI RUAS KIRI
  1. Ö(82x-3) = (32x+1)1/4
    (23)(2x-3)1/2 = (25)(x+1)1/4
    2(6x-9)/2 = 2(5x-5)/4
    (6x-9)/2 = (5x-5)/4
    24x-36 = 10x+10
    14x = 46
    x = 46/14 = 23/7
  2. 3x²-3x+2 + 3x²-3x = 10
    3².3x²-3x+3x²-3x = 10
    9. 3x²-3x + 3x²-3x = 10
    10. 3x²-3x = 10
    3x² - 3x = 30
    x² - 3x = 0
    x(x-3) = 0
    x1 = 0 ; x2 = 3


3 SUKU ® GUNAKAN PEMISALAN
  1. 22x + 2 - 2 x+2 + 1 = 0
    22.22x - 22.2x + 1 = 0
    Misalkan : 2x = p
                  22x = (2x)² = p²
    4p² -4p + 1 = 0
    (2p-1)² = 0
    2p - 1 = 0
    p =1/2
    2x = 2-1
    x = -1
  2. 3x + 33-x - 28 = 10
    3x + 33/3x - 28 = 10
    misal : 3x = p
    p + 27/p - 28 = 0
    p² - 28p + 27 = 0
    (p-1)(p-27) = 0
    p1 = 1 ® 3x = 30
                 x1 = 0
    p2 = 27 ® 3x = 33
    x2 = 3


B. af(x) = bf(x) ® f(x) = 0
Bilangan pokok berbeda, pangkat sama. Pangkatnya = 0.
Contoh:
  1. 3x²-x-2 = 7x²-x-2
    x² - x -2 = 0
    (x-2)(x+1) = 0
    x1 = 2 ; x2 = -1

C. af(x) = bf(x) ® f(x) log a = g(x) log b
Bilangan pokok berbeda, pangkat berbeda. Diselesaikan dengan menggunakan logaritma.
Contoh:
  1. 4x-1 = 3x+1
    (x-1)log4 = (x+1)log3
    xlog4 - log4 = x log 3 + log 3
    x log 4 - x log 3 = log 3 + log 4
    x (log4 - log3) = log 12
    x log 4/3 = log 12
    x log 4/3 = log 12
    x = log 12/ log 4/3 = 4/3 log 12

D. f(x) g(x) = f(x) h(x)

     
® Bilangan pokok (dalam fungsi) sama, pangkat berbeda.Tinjau        beberapa kemungkinan.
  1. Pangkat sama g(x) = h(x)
  2. Bilangan pokok f(x) = 1           ket: 1g(x) = 1h(x) = 1
  3. Bilangan pokok f(x) = -1Dengan syarat, setelah nilai x didapat dari f(x)=-1 , maka nilai
    pangkatnya yaitu g(x) dan h(x) kedua-duanya harus genap atau kedua-duanya harus ganjil.

    ket :
    g(x) dan h(x) Genap : (-1)g(x) = (-1)h(x) = 1
    g(x) dan h(x) Ganjil : (-1)g(x) = (-1)h(x) = -1

  4. Bilangan pokok f(x) = 0Dengan syarat, setelah nilai x didapat dari f(x) = 0, maka nilai pangkatnya yaitu g(x) dan h(x) kedua-duanya harus positif.

    ket : g(x) dan h(x) positif ® 0g(x) = 0h(x) = 0

Contoh:
(x² + 5x + 5)3x-2 = (x² + 5x + 5)2x+3
  1. Pangkat sama
        3x - 2 = 2x + 3 ® x1 = 5
  2. Bilangan pokok = 1
    x² + 5x + 5 = 1
    x² + 5x + 4 = 0 
    ® (x-1)(x-4) = 0 ® x2 = 1 ; x3 = 4
  3. Bilangan pokok = -1
    x² - 5x + 5 = -1
    x² - 5x + 6 = 0 
    ® (x-2)(x-3) = 0 ® x = 1 ; x = 4

    g(2) = 4 ; h(2) = 7 ; x=2 tak memenuhi karena (-1)4 ¹ (-1)7
    g(3) = 7 ; h(3) = 9 ; x4 = 3 memenuhi karena (-1)7 = (-1)9 = -1
  4. Bilangan pokok = 0
    x² - 5x + 5 = 0 
    ® x5,6 = (5 ± Ö5)/2

    kedua-duanya memenuhi syarat, karena :
    g(2 1/2 ± 1/2 
    Ö5) > 0
    h(2 1/2 ± 1/2 Ö5) > 0

    Harga x yang memenuhi persamaan diatas adalah :
    HP : { x | x = 5,1,4,3,2 1/2 ± 1/2 
    Ö5}

Eksponen Matematika: ketentuan dan sifat


Eksponen adalah perkalian yang diulang-ulang. Orang menulis eksponen dengan indeks di atas, yang akan terlihat sebagai berikut: x^y. Terkadang hal itu tak mungkin. Kemudian orang menulis eksponen menggunakan tanda ^: 2^3 berarti 2^3.
Bilangan x disebut bilangan pokok, dan bilangan y disebut eksponen. Sebagai contoh, pada 2^3, 2 adalah bilangan pokok dan 3 eksponen.
Untuk menghitung 2^3 seseorang harus mengalikan 3 kali terhadap angka 2. Sehingga 2^3=2 \cdot 2 \cdot 2. Hasilnya adalah 2 \cdot 2 \cdot 2=8. Apa yang dikatakan persamaan bisa juga dikatakan dengan cara ini: 2 pangkat 3 sama dengan 8.
Contoh:
  • 5^3=5\cdot{} 5\cdot{} 5=125
  • x^2=x\cdot{} x
  • 1^x = 1 untuk setiap bilangan x
Jika eksponen sama dengan 2, maka disebut persegi karena area persegi dihitung menggunakan a^2. Sehingga
x^2 adalah persegi dari x
Jika eksponen sama dengan 3, maka disebut kubik karena volume kubus dihitung dengan a^3. Sehingga
x^3 adalah kubik x
Jika eksponen sama dengan -1 orang harus menghitung inversi bilangan pokok. Sehingga:x^{-1}=\frac{1}{x} Jika eksponen adalah integral dan kurang dari 0, orang harus membalik bilangan dan menghitung pangkat. Sebagai contoh:
2^{-3}=(\frac{1}{2})^3=\frac{1}{8}
Jika eksponen sama dengan \frac{1}{2} hasilnya adalah akar persegi bilangan pokok. Sehingga x^{\frac{1}{2}}=\sqrt{x}. Contoh:
4^{\frac{1}{2}}=\sqrt{4}=2
Dengan cara yang sama, jika eksponen \frac{1}{n} hasilnya adalah akar ke-n, sehingga:
a^{\frac{1}{n}}=\sqrt[n]{a}
Jika eksponen merupakan bilangan rasional \frac{p}{q}, hasilnya adalah akar ke-q bilangan pokok yang dipangkatkan p, sehingga:
a^{\frac{p}{q}}=\sqrt[q]{a^p}


KETENTUAN
aP = a . a . a . a . . . . . . . . . . . . . . . . . sampai p faktor
(a dinamakan bilangan pokok, p dinamakan pangkat atau eksponen)

SIFAT-SIFAT
1. ap . aq = ap + q5. a0 = 1
2. ap . aq = ap - q6.  a - p = 1/ap
3. (ap)q = apq7. am/n = nÖ(am)
4. (a.b)p = ap . bp

contoh:
  1. 3pq+q . 32p)/(3pq+p . 32q) = (3pq+q+2p)/(3pq+p+2q) = 3p-q

  2. (0,0001)-1 Ö0,04 = (10-4)-1(0,2) = (104)(0,2) = 2000

  3. (0,5)2 + 1/5Ö32 + 3Ö0,125 = 0,25 + 1/2 + 0,5 = 1,25
    [ket : 32 = 25 ; 0,125 = (0,5)3 ]

  4. Apabila p = 16 dan q = 27, maka

    2p-1/2 - 3p0 + q4/3 = 2(24)-1/2 - 3(24)0 + (33)4/3
                                = 2(2-2) - 3(1) + 34 = 2-1 -3(1) + 81 
                                = 1/2 - 3 + 81 = 78 1/2